IMPLEMENTASI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DAN EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA FOOD MODEL FLANELICIOUS SEBAGAI PENUNJANG PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DENGAN STATUS GIZI THINNESS

Article History

Submited : January 14, 2025
Published : July 12, 2026

Anak usia sekolah dasar (SD) yang berusia 9-13 tahun merupakan salah satu sumber daya manusia yang akan menopang kemajuan Indonesia. Tumbuh kembang anak yang baik merupakan salah satu indikator kualitas sumber daya manusia yang akan menghasilkan generasi yang cerdas, stabil emosinya, dan berorientasi spiritual. Tumbuh kembang anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pola makan yang bergizi dan seimbang merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah secara optimal. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka anak kurus usia 5-12 tahun di Indonesia sebesar 7,5% dan di Provinsi Lampung sebesar 6,8%. Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan gizi anak usia sekolah adalah usia pertumbuhan, peningkatan aktivitas fisik, kemampuan memilih makanan sesuai dengan keinginan, dan preferensi terhadap makanan ringan dibandingkan makanan berat. Berdasarkan hasil skrining, sebanyak 52,8% responden bertubuh kurus. Pemberian edukasi gizi melalui pemaparan materi dengan templates Power Point (PPT) dan permainan model makanan flanelicious tentang gizi buruk, gizi seimbang, dan pemberian makanan tambahan merupakan solusi yang disarankan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada tanggal 16 November 2024 telah dilakukan kegiatan edukasi gizi tentang kurus di SD Negeri 1 Tambahrejo Kabupaten Pringsewu. Siswa berhasil dan bersemangat dalam mengikuti seluruh latihan soal. Setelah dievaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 22,62 yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang diberikan telah efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Diharapkan setelah mendapatkan edukasi, siswa SD Negeri 1 Tambahrejo akan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dan prevalensi gizi buruk atau kurus yang lebih rendah. Pengetahuan pretest dan posttest diketahui memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman siswa sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran Power Point (presentasi) karena nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05.

Khairani, M., Wati, D. A., Salsabila, D., Styawati, S., Putri, V. A., & Kosari, V. E. (2026). IMPLEMENTASI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DAN EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA FOOD MODEL FLANELICIOUS SEBAGAI PENUNJANG PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DENGAN STATUS GIZI THINNESS. Jurnal Pengabdian Gizi Dan Kesehatan Masyarakat, 3(2). https://doi.org/10.53823/jpgkm.v3i2.119
Fulltext