Edukasi Gizi Demo Porsi dan Jajanan Sehat kepada Pengelola, Wali Santri dan Santri TPQ Roudlotul Munnawwaroh Banyumas
Article History
Submited : February 20, 2024
Published : September 18, 2024
Literasi gizi disebutkan sebagai faktor kunci dalam pemilihan makanan sehat yang diikuti dengan pola makan sehat oleh anak-anak. TPA atau Taman Pendidikan Al-Quran dapat menjadi posisi yang strategis untuk dapat menjadi tempat pendidikan kesehatan terutama terkait pola hidup sehat sejak dini.
TPQ Roudlotul Munawwaroh merupakan Taman Pendidikan Al-Quran yang juga peduli terhadap Pendidikan gizi dan Kesehatan para santri dan juga wali santrinya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran TPQ untuk menjadi media edukasi gizi dan kesehatan bagi masyarakat pada umumnya dan santri beserta wali santri pada khususnya. Kegiatan ini dapat meningkatkan literasi gizi santri dan wali santri, serta meningkatkan efikasi diri pada pengajar TPQ untuk terus memberikan edukasi gizi dan kesehatan secara berkelanjutan kepada masyarakat melalui program Pendidikan di TPQ.
Tahapan kegiatan yang dilakukan yaitu : 1. Penyusunan media dan topik edukasi, 2. FGD dengan Pengelola TPQ, 3. Edukasi Demo Porsi kepada Wali Santri, 4. Edukasi Demo Jajanan Sehat Buah kepada Santri. Kegiatan demo porsi dapat memberikan wawasan yang baru kepada para wali santri terkait besar porsi sesuai dengan gizi seimbang di keluarga. Kegiatan Demo Jajanan Sehat Buah dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para santri untuk mengonsumsi buah dan juga memberikan saran dan rekomendasi topik edukasi sehat bagi TPQ kepada pengelola, wali santri maupun para santri.
[2] A. Doustmohammadian, N. Omidvar, and E. Shakibazadeh, “School-based interventions for promoting food and nutrition literacy (FNLIT) in elementary school children: A systematic review protocol,” Syst. Rev., vol. 9, no. 87, pp. 1–7, 2020, doi: 10.1186/s13643-020-01339-0.
[3] M. Hawkins, E. Watts, S. I. Belson, and A. Snelling, “Design and Implementation of a 5-Year School-Based Nutrition Education Intervention,” J. Nutr. Educ. Behav., vol. 52, no. 4, pp. 421–428, 2020, doi: 10.1016/j.jneb.2019.12.005.
[4] F. Li et al., “Nutrition education practices of health teachers from shanghai k-12 schools: The current status, barriers and willingness to teach,” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 17, no. 86, pp. 1–16, 2020, doi: 10.3390/ijerph17010086.
[5] L. R. Peralta, T. Werkhoven, W. G. Cotton, and D. A. Dudley, “Professional development for elementary school teachers in nutrition education: A content synthesis of 23 initiatives,” Heal. Behav. Policy Rev., vol. 7, no. 5, pp. 374–396, 2020, doi: 10.14485/HBPR.7.5.1.
[6] F. B. Setyawan and Suyitno, “Peran Taman Pendidikan Al-Quran dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat pada Masa New Normal di Kecamatan Depok Sleman,” in Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 2020, vol. 0, no. 0, pp. 477–484. [Online]. Available: https://ojs.unm.ac.id/semnaslpm/article/view/18284
[7] Nindyna Puspasari and Merryana Andriani, “Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Asupan Makan Balita dengan Status Gizi Balita (BB/U) Usia 12-24 Bulan,” Amerta Nutr., vol. 1, no. 4, pp. 369–378, 2017, doi: 10.20473/amnt.v1.i4.2017.369-378.
[8] M. W. Bloem et al., “Key strategies to further reduce stunting in Southeast Asia: lessons from the ASEAN countries workshop.,” Food Nutr. Bull., vol. 34, no. 2 Suppl, pp. 8–16, 2013, doi: 10.1177/15648265130342s103.
[9] D. Khairiyah and A. Fayasari, “Perilaku higiene dan sanitasi meningkatkan risiko kejadian stunting balita usia 12-59 bulan di Banten,” Ilmu Gizi Indones., vol. 3, no. 2, p. 123, 2020, doi: 10.35842/ilgi.v3i2.137.
[10] S. Ningsih, K. Kritiawati, and I. Krisnana, “Hubungan Perilaku Ibu Dengan Status Gizi Kurang Anak Usia Toddler,” J. Pediomaternal, vol. 13, no. 3, pp. 58–65, 2015.
[11] M. Mar’atus Solikhah and N. D. Ardiani, “Hubungan Efikasi Diri Pemberian Makan oleh Ibu dengan Status Gizi Balita di Posyandu Balita Perumahan Samirukun Karanganyar,” J. Kesehat. Kusuma Husada-Januari, 2019.
[12] S. G. Barri, R. H. Akili, W. B. S. Joseph, F. Kesehatan, M. Universitas, and S. Ratulangi, “Gambaran Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Pada Ibu Yang Memiliki Balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pineleng,” J. KESMAS, vol. 9, no. 4, pp. 168–173, 2020.
[13] S. Wibowo, R. Siregar, and I. G. Surate, Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Massal. Jakarta: EGC, 2019.
[14] N. C. Dey, M. Parvez, M. R. Islam, S. K. Mistry, and D. I. Levine, “Effectiveness of a community-based water, sanitation, and hygiene (WASH) intervention in reduction of diarrhoea among under-five children: Evidence from a repeated cross-sectional study (2007–2015) in rural Bangladesh,” Int. J. Hyg. Environ. Health, vol. 222, no. 8, pp. 1098–1108, 2019, doi: 10.1016/j.ijheh.2019.08.006.
[15] A. Rahman, R. Tosepu, S. R. Karimuna, S. Yusran, A. Zainuddin, and Junaid, “Personal Hygiene, Sanitation and Food Safety Knowledge of Food Workers At the University Canteen in Indonesia,” Public Heal. Indones., vol. 4, no. 4, pp. 154–161, 2018.
[16] S. Yunus, J. Umboh, and O. Pinontoan, “Hubungan Personal Higiene dan Fasilitas Sanitasi dengan Kontaminasi Escherichia Coli Pada Makanan di Rumah Makan Padang Kota Manado Dan Kota Bitung,” JIKMU, vol. 5, no. 2, pp. 210–220, 2015.
[17] L. Fitria, D. Susanna, and T. Eryando, “Personal Hygiene and Sanitation in Cafeterias at University X in Depok, Indonesia,” in The 1st International Conference on Global Health, KnE Life Sciences, 2017, pp. 93–102. doi: 10.18502/kls.v4i1.1370.
[18] I. D. N. Supariasa, Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC, 2012.
[19] D. P. D. Kusudaryati, I. Untari, and R. Prananingrum, “Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Tentang Gizi Balita Melalui Pemberian Pendidikan dan Buku Gizi,” 6th Univerisity Res. Colloqium, pp. 25–30, 2017.
[20] D. Indra and Y. Wulandari, Prinsip-Prinsip Dasar Ahli Gizi. Jakarta: Dunia Cerdas, 2013.
[21] F. Fitriani, Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.